Pancasila
NILAI-NILAI PANCASILA. Topik bahasan nilai-nilai Pancasila dibawakan oleh Ahmad Yulden Erwin dari Lampung, dengan lugas, mengelitik dan menarik Erwin juga mengisahkan bahwa dulu dia sendiri sangat alergi dengan Pancasila, Karena image Pancasila diusung oleh pihak penguasa sebagai ikon-kon politik para penguasa yang korup. Sampai akhirnya Pembicara sadar bahwa dulu yang ditolak bukan Pancasila tetapi Rezim/orang-orang yang menggunakan Pancasila untuk memperkuat posisinya.
Bagi Erwin, Burung Garuda Pancasila bisa ditafsirkan menjadi Funky!
Misalnya :
Mengapa Garuda menoleh kesebelah kanan?
Karena berkaitan dengan otak kanan (berkaitan dengan rasa biasanya simbolnya LOVE), karena Soekarno pecinta yang hebat karena itu Garuda dibuat menoleh kekanan. Artinya: ‘Kepala harus dituntun oleh Cinta’
Mengapa Garuda memakai Perisai?
Perisai adalah pelindung, pelindung dari hal-hal negatif yang menjadi kontra dari kelima sila.
Mengapa simbol sila kerakyatan adalah Kepala Banteng?
Namanya Rakyat biasanya tidak berpikir panjang sama seperti banteng mudah diprovokasi, karena itu Banteng di Garuda memejamkan mata, agar tidak mudah diprovokasi (banteng yang Meditatif)
Mengapa Bintang ditengah?
Bintang di tengah dengan sudut-sudut menunjuk ke empat sila, karena setiap sila-sila dalam Pancasila harus selalu dijiwai oleh Ketuhanan Yang Maha Esa.
Kelima-lima Sila dalam Pancasila saling berhubungan. Jika muncul pertanyaan dalam masyarakat, mengapa rakyat belum sejahtera( sila ke-5) Karena rakyat belum dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan (sila ke-4).
Mengapa Rakyat belum dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan? Karena belum ada persatuan (sila ke-3)? Mengapa belum ada persatuaan? Karena belum ada kemanusiaan yang adil dan beradab (sila ke-2). Mengapa belum ada kemanusiaan? Karena belum ada Ketuhanan Yang Maha Esa.
Melihat simbol yang ada di Burung Garuda, kita menjadi mengetahui Jiwa Indonesia sebenarnya adalah Ketuhanan.
Diskusi menjadi semarak dan aktif, para peserta teman-teman mahasiswa dari UIN, BSI dan IPB ikut aktif mengajukan pertanyaan dan kesan-kesan mengenai diskusi Pancasila kali ini. Sebagian besar mengemukakan, bahwa selama bertahun-tahun memperoleh Pendidikan Pancasila, mereka belum pernah mendengar penyampaian topik Pancasila bisa ditampilkan dengan begitu menarik dan funky sehingga nilai-nilai di dalam Pancasila bisa dipahami dan dijiwai sepenuhnya, tidak sekedar menjadi dogmatis belaka.
Salah satu pertanyaan yang menarik adalah bagaimana cara agar bisa mengawal penafsiran kita tentang Pancasila supaya tidak menyimpang atau tidak salah tafsir?
Jawabanya adalah jika kita ingin menghindari multi tafsir, kita harus melihat keseluruhan secara komprehensif, dari semua simbol yang ada di Burung Garuda Pancasila yang ditafsir, Jangan kita melupakan nilai di bawah Garuda yang merupakan seuntai pita bertuliskan “Bhinneka Tunggal Ika” Itu adalah keseluruhan Roh dari bangsa Indonesia. Apapun penafsiran harus selalu kembali kepada rohnya yaitu, Berbeda tetapi tetap satu.


